PASIEN LEMAH DIBIARKAN MENUNGGU LAMA, PELAYAN RSUD ANDI DJEMMA LUWU UTARA DISOROT

banner 400x130

LUWU UTARA* – Seharusnya pasien prioritas mendapat penanganan cepat. Namun kenyataannya berbeda. Seorang pasien pasca rawat inap dengan kondisi masih lemah terpaksa menunggu berjam-jam di RSUD Andi Djemma Luwu Utara hanya karena tersangkut persoalan administrasi.

Kisah ini dialami oleh pasien berinisial *Nn. D* warga Kecamatan Tanalili. Informasi disampaikan oleh pihak keluarga *Tn. R*.

banner 400x130

Kisah ini bermula dari kesalahan pencatatan tanggal kontrol oleh tenaga medis saat pasien masih dirawat inap. Kesalahan internal itu justru dipersoalkan kepada keluarga pasien saat tiba di poli.

“Pasien kami ini baru keluar rawat inap. Kondisinya masih drop, ke WC saja harus dibopong. Tapi dari pagi jam 10.00 kami disuruh menunggu. Katanya ada masalah di tanggal kontrol. Lalu pasien meminta cek kadar darah lagi setelah cek-up di Poli Paru, namun katanya alatnya tidak ada di poli itu. Lanjut ke Poli Dalam. Setelah itu disuruh tunggu lagi karena belum ada jadwal konsul dari poli sebelumnya,” ungkap keluarga pasien, Senin [7 September 2026].

Penderitaan berlanjut. Setelah menunggu lama, obat baru bisa diambil sekitar jam 15.00 dengan alasan “petugas penanggung jawab obat belum datang”. Di tengah kondisi itu, keluarga juga mengaku harus membayar retribusi parkir 3 kali dalam 1 hari.

“Ini bukan soal uangnya. Tapi nurani. Orang lagi sakit, lagi susah, kok dipersulit. Kalau yang bolak-balik sampai 5 kali bagaimana? Kasihan,” tuturnya kepada awak media.

Peristiwa ini diduga bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 28H, UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 Pasal 5, dan asas kemanusiaan dalam penyelenggaraan BPJS Kesehatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Andi Djemma belum memberikan klarifikasi. Keluarga berharap ada evaluasi agar pasien lain tidak mengalami hal serupa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *