LUWU UTARA, matapublik.net — Daftar sekolah penerima belum jelas. Nilai anggaran per sekolah tak diumumkan. Progres di lapangan pun senyap.
Di tengah senyapnya informasi itu, program revitalisasi pendidikan tahun anggaran 2026 di Kabupaten Luwu Utara mulai berjalan.
Aktivis di Luwu Utara mempertanyakan transparansi program tersebut. Mereka meminta Dinas Pendidikan setempat membuka seluruh dokumen anggaran ke publik.
“Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton. Anggaran pendidikan itu uang rakyat,” kata seorang aktivis kepada http://matapublik.net, Senin, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, ada tiga informasi yang wajib dibuka: pertama, daftar sekolah penerima revitalisasi. Kedua, besaran anggaran masing-masing sekolah. Ketiga, progres fisik dan realisasi keuangan.
Tanpa keterbukaan itu, celah penyimpangan terbuka lebar. Mulai dari potensi mark-up harga hingga pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
Aktivis tersebut juga mendorong Aparat Penegak Hukum untuk melakukan pengawasan preventif agar program berjalan sesuai aturan.
Konfirmasi terpisah, matapublik.net masih berupaya menghubungi pihak terkait Kabupaten Luwu Utara untuk mendapatkan penjelasan terkait rincian anggaran revitalisasi pendidikan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi.
(BR)











