Antri 3 Jam Ditolak! SPBU Bone-Bone Diduga Tunduk Pada Mafia Solar, LPG dan CPO Dapat Jalur Khusus ?

Kabar Hukum7 Dilihat
banner 400x130

Matapublik.net – Luwu Utara_

Warga Tanalili mengaku mengalami perlakuan tidak adil di salah satu SPBU wilayah Bone-Bone, Luwu Utara. Ia harus mengantri sejak pagi pukul 07.39 hingga 10.30 WITA baru sampai di depan nozel, namun kendaraannya ditolak saat berada di depan nozel oleh karyawan SPBU untuk melakukan pengisian BBM.

banner 400x130

 

“Antrian sudah dari pagi. Pas jam 10:30 baru sampai depan nozel. Tiba-tiba petugas bilang mobil Panther tidak dilayani karena marah nanti pelangsir,” ujar warga tersebut, Jumat (11/9).

 

Menurutnya, alasan penolakan itu tidak masuk akal. BBM di mobilnya bahkan sudah dalam kondisi error dan sangat dibutuhkan.

 

“Saat ditanya ke pegawai SPBU alasannya tidak jelas. Masa iya pelangsir yang atur SPBU? Ini kan pelayanan publik,” tegasnya dengan nada kecewa.

 

Ia pun menyoroti adanya dugaan tebang pilih dalam pelayanan. Menurut pantauannya, kendaraan truk baik dump truck maupun colt diesel “kalasari” terlihat itu-itu saja yang melakukan pengisian di beberapa SPBU yang ada di Luwu Utara.

 

“Padahal kapasitas barcode mereka bisa sampai 100 liter, tapi tetap dilayani dengan baik. Bahkan mobil perusahaan pengangkut CPO dilayani. Mirisnya mobil tabung gas LPG dapat perlakuan khusus lewat jalur depan tanpa antri,” ungkapnya.

 

Ia menilai praktik seperti ini merugikan masyarakat umum dan diduga kuat ada pembiaran terhadap permainan BBM.

 

Atas kejadian tersebut, ia menyatakan akan mengadukan hal ini ke *Koporindak Luwu Utara* dan akan teruskan ke BPH Migas.

 

“Hal ini akan kami adukan ke Koporindak Lutra dan diteruskan ke BPH Migas,” terang aktivis tersebut.

 

Saat dikonfirmasi, Pihak SPBU Bone-Bone membenarkan hal tersebut. “Takut nanti kalau pelangsir yang menggunakan mobil Panther marah dan ikut juga antri. Alasannya karena data kami akan diaudit oleh pihak Pertamina,” ujarnya.

 

Menanggapi hal itu, aktivis menilai pernyataan manager SPBU tersebut secara tidak langsung mengakui bahwa di SPBU tersebut terdapat kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum yang melibatkan para pelangsir dan mafia BBM subsidi jenis solar.

 

“Pernyataan pihak SPBU ini bukti bahwa SPBU sudah tunduk dan takut kepada pelangsir. Ini mengindikasikan ada kongkalikong dan pembiaran. Kalau memang benar takut diaudit, berarti selama ini ada yang ditutup-tutupi. Kami minta aparat dan BPH Migas segera turun periksa,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut.

 

(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *