Luwu Timur – Banjir di SMAN 2 Luwu Timur setiap musim penghujan tiba bukan lagi sekedar kejadian biasa, melainkan permasalahan yang sudah mengakar dan memerlukan perhatian serius. Kepala sekolah, Rahmat Illahi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini yang sudah menjadi langganan tahunan. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat dampaknya tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan siswa dan guru.
Kepala sekolah mengakui bahwa situasi ini sudah menjadi perhatian serius bagi sekolah, namun terkesan belum ada solusi konkret dari pihak pemerintah. “Sudah beberapa kepala sekolah sebelumnya juga berupaya mencari solusi, namun sampai sekarang belum ada solusi yang tepat,” ungkap Rahmat Illahi. Ini menunjukkan bahwa masalah banjir di SMAN 2 Luwu Timur bukanlah hal baru, tetapi sudah menjadi masalah yang berkepanjangan.
Sebenarnya, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah ini. Pertama, sekolah perlu memastikan bahwa saluran air di sekitar sekolah berfungsi dengan baik dan bebas dari sampah. Kedua, penanaman pohon atau tanaman di area sekolah bisa membantu menyerap air hujan dan mengurangi risiko banjir. Ketiga, sekolah bisa bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pembersihan dan perawatan saluran air secara berkala.
Pemerintah daerah setempat perlu memperhatikan kondisi ini dan memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah banjir di SMAN 2 Luwu Timur. Dengan perencanaan yang baik dan tindakan preventif yang tepat, SMAN 2 Luwu Timur bisa mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman bagi seluruh warga sekolah.
Dalam jangka panjang, penyelesaian masalah banjir di SMAN 2 Luwu Timur memerlukan kerja sama yang erat antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan demikian, SMAN 2 Luwu Timur dapat menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi siswa, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

















