Luwu – timur, Pemuda Hindu memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai, agen perubahan, dan jembatan peradaban di tengah perubahan sosial dan globalisasi. Oleh: Putu Gede Sudarsana, SKM, M.Kes (Dewan Penasehat DPK Peradah Luwu Timur).
Globalisasi membuka peluang, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti krisis nilai, polarisasi identitas, dan kerentanan sosial-ekologis. Pemuda Hindu dipanggil untuk memperkuat nilai dharma dan karakter bangsa, menjadi agen moderasi beragama, dan penggerak sosial dan lingkungan.
Nilai-nilai seperti Panca Sradha, Tat Twam Asi, dan Vasudhaiva Kutumbakam relevan di era digital. Pemuda Hindu harus adaptif terhadap teknologi, tetapi tetap berakar pada dharma dan nilai luhur budaya. Ruang digital harus menjadi medan kebajikan, bukan ladang hoaks dan disinformasi.
Pemuda Hindu juga diharapkan menjadi motor pemberdayaan umat, penggerak ekonomi kreatif, dan kader kepemimpinan masa depan. Mereka harus siap memimpin dengan integritas, etika, dan semangat pelayanan publik.
“Pemuda Hindu memikul amanat sebagai penjaga budaya dan tradisi Hindu Nusantara. Seni, adat, dan ritual keagamaan perlu dirawat dan diwariskan secara inklusif kepada generasi berikutnya,” kata Putu Gede Sudarsana.
Dengan dharma sebagai petunjuk arah, pemuda Hindu dapat melangkah mantap, merawat akar, menyapa dunia, dan memberi makna bagi Indonesia yang berkeadaban.













