Wotu – Jumat 18/9/2026 – Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui patroli, pengamanan, atau penegakan hukum. Dalam suasana duka sekalipun, kepedulian dan empati menjadi bagian penting dari pelayanan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat. Hal inilah yang ditunjukkan jajaran Polsek Wotu Polres Luwu Timur saat melaksanakan ibadah dirumah duka almarhum. Margaretha Thiung
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Wotu AKP. Simon Siltu. SH.MH. turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Kehadiran anggota kepolisian di rumah duka menjadi bentuk dukungan moril sekaligus wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat dalam berbagai situasi kehidupan.
Kapolres Luwu Timur AKBP ARIO PUTRANTO T,M,, S.I.K,, MH. melalui Kapolsek Wotu AKP. Simon Siltu SH. MH. mengatakan bahwa akp simon mengatakan bahwa rambu solo merupakan penghormatan terakhir dan penghormatan tertinggi masyarakat toraja terhadap orang tua yg dikasihi yang telah meninggal dunia.
Dan kehadiran polri dalam acara rambu solo tersebut adalah bagian dari upaya upaya mempererat hubungan emosional Polri dan masyarakat, empati, peduli yg harus terus dijaga dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri khususnya polsek wotu polres luwu timur. merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan kemanusiaan antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai empati, kepedulian, dan kebersamaan harus terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar AKP. Simon Siltu
Ia menambahkan, kehadiran anggota kepolisian dalam suasana duka bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan bentuk kepedulian sosial yang menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Melalui interaksi yang humanis, Polri ingin menunjukkan bahwa hubungan dengan masyarakat dibangun tidak hanya dalam situasi formal, tetapi juga dalam momen-momen yang penuh makna dan emosional.
Menurut Kapolsek, kedekatan yang terjalin melalui kepedulian seperti ini akan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Hubungan yang harmonis menjadi modal penting dalam menciptakan komunikasi yang baik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui kegiatan rambu solo tersebut, Polsek Wotu berharap nilai kebersamaan dan solidaritas sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran Polri di tengah warga, baik dalam suasana suka maupun duka, menjadi bagian dari komitmen untuk selalu hadir, melayani, dan mengayomi masyarakat secara humanis sesuai semangat Polri Presisi.













